Hubungan Penyesuaian Sosial dengan Depresi, Cemas, dan Stres pada Mahasiswa Kedokteran Tahun Pertama
Hubungan Penyesuaian Sosial dengan Depresi, Cemas, dan Stres pada Mahasiswa Kedokteran Tahun Pertama
David Lahindah Stephanus
Bachelor of Medicine, Faculty of Medicine, Jember University, East Java, Indonesia
Inke Kusumastuti
Departemen Psikiatri Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Jember
Cholis Abrori
Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Jember
Abstrak
Transisi kehidupan, antara lain dalam bentuk menjadi mahasiswa baru, secara alami melibatkan proses penyesuaian dalam kehidupan individu. Mahasiswa baru yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru berisiko mengalami depresi, stres, atau cemas yang relatif tinggi, Pada fakultas kedokteran, prevalensi stres psikologis lebih tinggi dibanding mahasiswa non fakultas kedokteran di populasi umum. Karenanya, penelitian analitik korelasional ini dilakukan untuk mengetahui hubungan penyesuaian sosial dengan depresi, cemas, dan stres pada mahasiswa kedokteran Universitas Jember tahun pertama. Kuesioner Depression, Anxiety, and Stress Scale 42 item (DASS-42) digunakan untuk menilai derajat depresi, cemas, dan stres, sementara Social Readjustment Rating Scale (SRRS) Holmes dan Rahe digunakan untuk menilai penyesuaian sosial. Pengisian kuesioner dilakukan secara daring melalui google form. Sebanyak 120 peserta dengan rerata usia 19 tahun dan didominasi perempuan (75,8%) mengisi kuesioner. Pasca analisis, tidak didapatkan hubungan signifikan antara penyesuaian sosial dengan depresi, cemas, dan stres pada responden, sehingga perlu dipertimbangkan untuk melakukan penelitian terhadap faktor-faktor lain yang dapat terkait.
Kata Kunci : kedokteran; penyesuaian; depresi; cemas; stres
DAFTAR PUSTAKA
Abdulghani, H. M., AlKanhal, A. A., Mahmoud, E. S., Ponnamperuma, G. G., & Alfaris, E. A. (2011). Stress and its effects on medical students: A cross-sectional study at a college of medicine in Saudi Arabia. Journal of Health, Population and Nutrition, 29(5), 516–522. https://doi.org/10.3329/jhpn.v29i5.8906
Alisjahbana, A., Sidharta, M., & Brouwer, M. A. W. (1981). Menuju kesejahteraan jiwa. (No Title).
Amr, M. (2008). Does Gender Predict Medical Students’ Stress in Mansoura, Egypt? Medical Education Online, 13. https://doi.org/10.3885/meo.2008.res00273
Ashraful Islam, M., Yun Low, W., Ting Tong, W., Wan Yuen, C. C., & Abdullah, A. (2018). Factors Associated with Depression among University Students in Malaysia: A Cross-sectional Study. KnE Life Sciences, 4(4), 415. https://doi.org/10.18502/kls.v4i4.2302
Ayun, Q. (2018). Depresi sebagai dampak kegagalan penyesuaian diri pada mahasiswa. Unit Pelaksana Teknis Bimbingan Dan Konseling & Pengembangkan Karir (UPT-BKPK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), 225–241.
Bassols, A. M., Okabayashi, L. S., da Silva, A. B., Carneiro, B. B., Feijó, F., Guimarães, G. C., Cortes, G. N., Rohde, L. A., & Eizirik, C. L. (2014). First- and last-year medical students: Is there a difference in the prevalence and intensity of anxiety and depressive symptoms? Revista Brasileira de Psiquiatria, 36(3), 233–240. https://doi.org/10.1590/1516-4446-2013-1183
Published
November 20 , 2024
Issue
Vol. 5 No. 1 (2026)
Section
Research Article
License
Copyright (c) 2025 Jember Medical Journal
Under License of Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International Generic (CC BY-SA 4.0).